Login to your account

Username *
Password *
Remember Me

Create an account

Fields marked with an asterisk (*) are required.
Name *
Username *
Password *
Verify password *
Email *
Verify email *
Captcha *
Reload Captcha

20180705 syukur

Pada suatu hari, ketika matahari sedang memancar dengan teriknya, Rasulullah SAW berjalan di luar kerana di rumah baginda tiada makanan. Tiba-tiba Rasulullah SAW melihat Abu Bakar As-Saddiq sedang berada di jalan itu. Rasulullah SAW bertanya kepadanya,

"Kenapa engkau keluar pada siang hari seterik ini?"

Abu Bakar menjawab,

"Kerana perut ini sedang lapar benar, ya Rasulullah"

Kemudian mereka berdua pergi berjumpa dengan Umar bin Khattab yang juga sedang berada di jalan. Rasulullah SAW lalu bertanya kepadanya,

"Kenapa engkau keluar pada siang sepanas ini, ya Umar?"

Umar bin Khattab menjawab,

"Aku sedang lapar sekali, ya Rasulullah"

Tiba-tiba Abu Bakar dan Umar pula bertanya kepada baginda,

"Dan engkau, ya Rasulullah, kenapa engkau keluar di panas hari seperti ini?"

Rasulullah SAW menjawab,

"Aku jua sama dengan kamu berdua. Perutku terasa lapar sekali"

Akhirnya ketiga-tiga mereka memutuskan untuk pergi ke rumah Abu Ayyub Al-Anshari. Ternyata di rumah itu mereka mendapat makanan dan minuman yang meringankan rasa lapar dan haus. Sesudah semuanya selesai, Rasulullah meletakkan gelas minumannya agak jauh dari mulutnya, seraya bersabda sambil mengamatinya yang bermaksud:

"Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)."

-( At-Takatsur : 8 )-

Pada suatu hari Jumaat, Umar bin Khattab sedang berkhutbah di Madinah, sementara pasukan Islam tengah berperang di negeri Parsi di bawah pimpinan Sariah bin Hushn RA. Tiba-tiba Umar berhenti dari khutbahnya dan berteriak-teriak dengan suara yang keras,

"Ya Sariah, ke gunung... Cepat ke gunung!!"

Sesudah berseru demikian, Umar melanjutkan khutbah Jumaatnya. Selesai solat Jumaat, Ali bin Abi Talib RA bertanya kepadanya,

"Ya amirul mukminin, apa yang kamu teriakkan tadi? Kami mendengar kamu berteriak-teriak memanggil Sariah. Padahal Sariah sedang memimpin pasukan Islam di negeri Parsi"

Umar menjawab,

"Ya Ali, aku melihat pasukan musuh sedang mengepung pasukan yang sedang dipimpin oleh Sariah. Jadi aku memerintahkan dia agar cepat-cepat lari ke gunung. Semoga Allah melindungi pasukannya dari musuh-musuhnya"

Sesudah Sariah dan rakan-rakannya pulang dari medan perang, para sahabat bertanya apa yang terjadi dalam peperangan Parsi tanpa tidak ada seorang pun sahabat yang membicarakan berkenaan teriakan Umar di dalam khutbah Jumaat. Sariah bercerita kepada para sahabat,

"Ketika kami di medan perang, musuh berusaha keras mengepung kami. Pada saat itu, kami benar-benar sudah terkepung. Tetapi tiba-tiba kami mendengar seperti suara khalifah Umar Al-khattab yang memerintahkan kepadaku supaya cepat-cepat lari ke gunung. Dan ternyata Allah menyelamatkan kami dari tipu muslihat musuh"